Sejumlah konglomerat diminta ikut membantu masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona di tanah air. Hal itu sebagai sikap gotong royong yang seharusnya dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.
Sikap solidaritas dan gotong royong menjadi salah satu solusi mencegah penyebaran virus Corona di tanah air. Hal itu sebagaimana filosofi dari Pancasila.
Pemerintah tidak terapkan opsi lockdown di tengah penyebaran infeksi virus corona atau covid-19 di Indonesia. Kebijakan isolasi wilayah atau lockdown harus diambil dari kebijakan pemerintah pusat.
aksi penyemprotan sebagai upaya menekan penyebaran infeksi Covid-19 dengan mensterilkan area yang banyak dikunjungi oleh banyak orang
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona baru (Covid-19), sebagaimana keterangan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.
"Pemerintah sudah bisa menerapkan kedaruratan kesehatan karena kejadian yang ada saat ini sudah bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran virus corona yang membahayakan kesehatan dimana sudah menyebar lintas wilayah atau lintas negara," kata Saleh
Imbauan ini disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Nizam, yang menyebut wisuda berisiko tinggi meningkatkan penyebaran Covid-19 karena mengumpulkan orang banyak.
Penutupan itu dilakukan setelah sejumlah kafe masih menyediakan rokok sisha, yang menurut pemerintah dianggap sebagai media penyebaran virus Covid-19.
Pemandangan itu menuai kritik dari para pemimpin kongres, di tengah buruknya penyebaran virus corona (Covid-19) di berbagai belahan dunia, termasuk Brasil.
Imbauan yang baru berlaku mulai Senin (16/3) itu bertujuan memperlambat penyebaran virus corona.