Pemerintah sudah tidak lagi mampu menjamin rasa aman bagi rakyat maupun aparatnya.
Pernyataan itu dia sampaikan menyikapi bom yang meledak di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pagi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan info adanya teror di Gereja Katolik Santa Ana Duren Sawit tidak benar.
Bom bunuh diri kembali mengguncang Surabaya. Kali ini bom bunuh diri meledak di Polrestabes Surabaya yang terjadi sekitar pukul 08.50 WIB, Senin (14/5).
Kalangan intelijen sebenarnya sudah mencium adanya pergerakan dan pergeseran sekitar 57 orang yang dicurigai sebagai teroris. Mereka bergeser dari daerahnya masing masing menuju Jakarta
Pelaku ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo diketahui bernama Anton. Polisi menembak mati Anton di lokasi kejadian karena mancoba mengancam akan meledakkan bom.
Saat bom rakitan meledak, Anton sedang bersama 4 orang. Ia diduga sebagai pemilik rusun yang meledak empat kali itu.
Pelaku ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo bernama Anton. Dia dikenal warga sebagai sosok yang tertutup.
Polisi tak menjelaskan proses melumpuhkan Anton. Dia hanya menyebut Anton tewas di lokasi.
Pasca teror bom di tiga gereja di Surabaya, kali ini kembali terjadi ledakan bom di kediaman terduga terorisme, di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo.