Berbeda dengan gerhana bulan, Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, sehingga sebagian atau seluruh cahaya Matahari terhalang.
Mengapa Warna Bulan Menjadi Merah Saat Gerhana Bulan Total?
Gerhana Bulan Total atau yang dikenal sebagai "Blood Moon" akan menghiasi langit pada Minggu malam, 7 September 2025. Fenomena ini diprediksi menjadi salah satu peristiwa langit paling menakjubkan tahun ini, terutama karena Indonesia berada di posisi pengamatan terbaik.
Shalat gerhana bulan adalah sunah muakkadah yang disyariatkan langsung oleh Rasulullah SAW secara berjamaah, walaupun boleh dilakukan secara sendiri (munfarid) bagi yang tidak berada di komunitas.
Pada malam 7 hingga 8 September 2025, langit malam akan dihiasi fenomena langka: gerhana bulan total dengan durasi 82 menit, menjadikannya yang terpanjang sejak tahun 2022.
Pada 29 Maret 2025, langit akan menyajikan sebuah fenomena gerhana yang kedua di bulan Ramadan tahun ini, yaitu Gerhana Matahari Sebagian atau Partial Solar Eclipse
Setelah gerhana bulan total pada 14 Maret 2025, pada bulan Ramadan tahun ini akan ada fenomena astronomi lagi yang kedua, yaitu Gerhana Matahari Sebagian
Bulan purnama Maret atau worm moon, gerhana bulan, serta fenomena astronomi lainnya sering kali menjadi topik pembicaraan yang menarik, tak hanya karena keindahan langit malamnya, tetapi juga karena dampaknya terhadap kondisi bumi, terutama terkait dengan pasang surut air laut
Momen Langka Gerhana Bulan Total, Begini Mitos dan Faktanya
Pada tanggal 14 Maret 2025, umat Islam di sebagian besar wilayah dunia akan menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi—gerhana bulan total yang bertepatan dengan malam ke-14 Ramadhan 1446 H.