Program Desmigratif bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran sejak dari desa. Program ini sengaja dihadirkan di desa-desa yang kebanyakan warganya bekerja sebagai pekerja migran atau lazim disebut desa kantong TKI.
Padahal perempuan yang berangkat melalui PT Alzubara Manpower Indonesia tersebut, sudah habis kontrak kerjanya sejak tujuh tahun lalu.
Keberadaan Faijah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banten yang tak diketahui keberadaannya di Arab Saudi, perlahan-lahan mulai terkuak.
Terdapat laporan adanya penyekapan sekitar 50 orang perempuan CPMI oleh PT MDM di Ciracas, Jaktim.
Perempuan tersebut sudah sepuluh tahun bekerja di Thaif, Arab Saudi, namun hingga detik ini belum kunjung pulang ke Tanah Air.
Nendah akhirnya menghubungi Suryana pada Selasa (25/9) kemarin, setelah diberitakan oleh Jurnas.com sehari sebelumnya.
Gyina bukan ditinggal mati ibunya. Bukan pula karena kedua orang tuanya bercerai sehingga dia tidak mengetahui keberadaan sang ibu, Euis Suhaeti.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Garda BMI Darussalam Syihabuddin pada Senin (24/9).
Ibunya, Sarisih Harjo Pawiro yang tak kunjung dipulangkan dari Yordania dalam 14 tahun terakhir, akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman Yordania memulangkan Pekerja Migran Indonesia bernama Sarisih (42 tahun), setelah dua bulan lalu ditemukan oleh Tim Satgas Perlindungan KBRI