Putin juga mengatakan kepada Bennett dalam sebuah panggilan telepon bahwa Rusia akan mengizinkan jalur sipil dari pabrik baja Azovstal yang terkepung di pelabuhan Mariupol Ukraina melalui koridor kemanusiaan yang ditangani oleh PBB dan Palang Merah.
Zelenskyy mengatakan, pasukan Ukraina menghentikan serangan Rusia sebagai tahap pertama konflik. Pada tahap kedua, katanya, Ukraina akan mengusir pasukan Rusia dari wilayahnya dan pada tahap ketiga, akan bergerak sepenuhnya memulihkan integritas teritorialnya.
Tetapi politisi Barat dan beberapa pengamat Rusia berspekulasi bahwa ia mungkin sedang mempersiapkan pengumuman besar Senin depan dengan serangkaian kemungkinan skenario mulai dari deklarasi perang langsung hingga deklarasi kemenangan.
Dia mengungkapkan keinginan itu saat wawancara dengan media Italia, Corriere Della Sera, yang dirilis pada Selasa (3/5).
Scholz mengatakan, Presiden Rusia, Vladimir Putin salah menghitung jika bisa mendapatkan wilayah dari Ukraina, menyatakan diakhirinya permusuhan, dan melihat negara-negara Barat menjatuhkan sanksi.
Ancaman perang dari Putin datang ketika Rusia mengklaim pada hari Rabu telah melakukan serangan rudal di Ukraina selatan yang menghancurkan sejumlah besar senjata yang dipasok Barat.
Putin menuduh Barat menghasut Ukraina untuk merencanakan serangan terhadap wartawan Rusia, tuduhan yang dibantah oleh Kyiv.
Kepala bantuan PBB, Martin Griffiths, mengatakan pada 18 April bahwa Turki adalah tuan rumah yang berharga untuk pembicaraan kemanusiaan antara Ukraina dan Rusia.
Cavusoglu mengatakan telah menyampaikan keputusan itu kepada timpalannya dari Rusia Sergey Lavrov, yang kemudian menyampaikannya kepada Presiden Vladimir Putin.