Sabtu, 18/04/2026 12:47 WIB

Kremlin Tepis Spekulasi Putin akan Nyatakan Perang terhadap Ukraina Pada 9 Mei





Tetapi politisi Barat dan beberapa pengamat Rusia berspekulasi bahwa ia mungkin sedang mempersiapkan pengumuman besar Senin depan dengan serangkaian kemungkinan skenario mulai dari deklarasi perang langsung hingga deklarasi kemenangan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menghadiri sesi Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, Rusia, pada 4 Juni 2021. (Foto: Reuters/Evgenia Novozhenina)

JAKARTA, Jurnas.com - Kremlin menepis spekulasi bahwa Presiden Vladimir Putin berencana mendeklarasikan perang melawan Ukraina dan mendeklarasikan mobilisasi nasional pada 9 Mei ketika Rusia memperingati kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.

Putin sejauh ini mencirikan tindakan Rusia di Ukraina sebagai "operasi militer khusus", bukan perang. Tetapi politisi Barat dan beberapa pengamat Rusia berspekulasi bahwa ia mungkin sedang mempersiapkan pengumuman besar Senin depan dengan serangkaian kemungkinan skenario mulai dari deklarasi perang langsung hingga deklarasi kemenangan.

Ditanya tentang spekulasi bahwa Putin akan menyatakan perang melawan Ukraina pada 9 Mei, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan: "Tidak ada kemungkinan untuk itu. Itu omong kosong."

Peskov juga mengatakan bahwa orang tidak boleh mendengarkan spekulasi bahwa mungkin ada keputusan tentang mobilisasi nasional. "Itu tidak benar. Itu omong kosong," kata Peskov kepada wartawan.

Hari Kemenangan 9 Mei adalah salah satu peristiwa nasional paling penting di Rusia - peringatan akan pengorbanan besar Soviet yang dibuat dalam mengalahkan Nazi Jerman dalam apa yang dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Hebat.

Diperkirakan 27 juta warga Soviet tewas dalam perang 1941 hingga 1945 yang membuat Uni Soviet hancur dan hampir setiap keluarga Soviet berkabung.

Putin telah menggunakan pidato Hari Kemenangan sebelumnya untuk mengarahkan Barat dan menunjukkan kekuatan angkatan bersenjata Rusia pasca-Soviet.

Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling serius antara Rusia dan Amerika Serikat sejak Krisis Rudal Kuba 1962.

Putin mengatakan bahwa "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia, dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia.

Dia menyebut konflik itu sebagai konfrontasi yang tak terhindarkan dengan Amerika Serikat, yang dia tuduh mengancam Rusia dengan ikut campur di halaman belakangnya dan memperbesar aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Ukraina mengatakan sedang memerangi perampasan tanah gaya kekaisaran dan bahwa klaim genosida Putin adalah omong kosong.

KEYWORD :

Uni Soviet Perang Dunia II Vladimir Putin Invasi Rusia ke Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :