Para peneliti di Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular (CIDRAP) Amerika Serikat (AS) memprediksi bahwa terdapat tiga skenario, mengenai Covid-19 di masa depan
Penelitian ini menggunakan model untuk memprediksi dinamika wabah virus corona di Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Italia, Spanyol, Prancis, Jerman, Austria, Moldova, dan Ukraina.
Sebuah penelitian kolaborasi antara 12 ilmuwan Amerika Serikat dan Jepang menemukan, virus corona baru (Covid-19) dapat menular lewat kucing.
Langkah karantina wilayah atau penguncian saat ini dipandang semakin tidak efektif, karena menyisakan beban perekonomian, utamanya bagi negara-negara berkembang.
Karenanya, pemberlakukan kebijakan penguncian atau karantina wilayah di berbagai negara menurut dia terlalu terburu-buru.
Dalam penelitian, ilmuwan menggunakan selembar sinar laser yang intens untuk memvisualisasikan droplet dari seseorang yang bicara keras-keras di dalam ruangan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Hong kong menemukan bahwa virus corona baru (Covid-19), kemungkinan besar berasal dari kelelawar tapal kuda
Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil (bumil) tidak lebih berisiko terjangkit virus corona baru (Covid-19), dibandingkan dengan perempuan lain.
Sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menemukan sebuah virus raksasa yang berukuran tiga kali lebih besar dari virus corona baru (Covid-19).
Giuseppe Remuzzi mengungkapkan bahwa virus corona baru (Covid-19) akan hilang sebelum vaksin berhasil dikembangkan.