Tahun 2020 Kemnaker telah meluncurkan berbagai program dalam penanganan dampak COVID-19.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjanjikan berbagai macam program bagi para guru pada tahun depan.
Anwar Ahmad, guru yang pernah mendidik Nadiem saat dia masih duduk di kelas 6 SD mengungkapkan bahwa Nadiem kecil sangat antusias terhadap segala hal. Bahkan, tak jarang muncul pertanyaan yang tak lazim bagi anak seusianya.
Dengan setelan baju hitam bertuliskan `Merdeka Belajar`, Nadiem tiba-tiba masuk ke dalam bus dan meminta izin untuk menumpang ke kawasan JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, tempat acara itu akan berlangsung.
Mendikbudristek menyampaikan apresiasi kepada para guru se-Indonesia di tengah kondisi pandemi saat ini.
Ditambahkan Anwar Sanusi, dengan sistem SAKTI ini, Kemnaker akan lebih cepat untuk melakukan diagnosa awal apabila ada hal-hal tidak sesuai.
Kaharudin Ongko memiliki utang sebesar Rp 8,2 triliun. Sementara Agus Anwar memiliki utang Rp 104,630 miliar.
Ini adalah bagian yang sangat penting, ikhtiar dalam memberikan sumbangsih pada penanganan pandemi COVID-19 yang telah memberikan dampak luar biasa pada sektor ketenagakerjaan.
Dia menegaskan bahwa segala bentuk intoleransi tidak akan dibiarkan terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia.
Pengembangan kompetensi ASN pada hakikatnya bertujuan untuk memastikan dan memelihara kemampuan pegawai sehingga memenuhi kualifikasi yang diprasyaratkan, dan dapat memberikan sumbangsih kinerja optimal bagi organisasi.