Presiden RI Jokowi menyampaikan, meskipun saat ini negara sedang berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, seluruh masyarakat merasakan dampak yang sangat merugikan. Dimana, hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti dan berdampak pada menurunnya derajat kesejahteraan.
Keberadaan PPHN yang bersifat arahan dipastikan tidak akan mengurangi kewenangan pemerintah untuk menyusun cetak biru pembangunan nasional baik.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memimpin Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2021, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin, Senin (16/8).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini aktif memberikan kritik terhadap Pemerintah atas penanganan pandemi Covid-19.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti persoalan kedaulatan energi, kemandirian pangan, ketahanan sektor kesehatan, sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan bangsa melalui Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).
Agenda perubahan konstitusi sebagai bagian dari kesiapan Indonesia memasuki era baru pasca-hantaman pandemi Covid-19, turut dibahas dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.
Ketua DPR, Puan Maharani menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Kontingen Indonesia yang telah berhasil meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020.
Maka dari itu MPR RI terus melakukan vaksinasi ideologi melalui sosialisasi Empat pilar MPR.
Presiden Jokowi menjelaskan, solusi perekonomian yang berkelanjutan adalah bagaimana Pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional.