Bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan santri, Empat Pilar MPR sudah final dan tidak dipersoalkan lagi.
Menurut Syarief Hasan, sosialisasi yang dilakukan bertujuan agar kita meningkatkan rasa cinta tanah air.
Dengan menjalankan Pancasila menjadikan hidup lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Salah satu kelebihan seni budaya milik bangsa Indonesia tidak hanya menghibur tapi juga memiliki nilai estetika dan tuntunan.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tidak surut melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di tengah pandemi Covid-19.
Indonesia masa depan butuh generasi penerus seperti para santri yang selain bagus pengetahuan agamanya, juga baik pengetahuan tentang negaranya.
Dengan berpanduan pada Empat Pilar mereka harus membuat program-program kerja dan menggunakan kewenangannya untuk kesejahteraan rakyat.
Bila dalam agama Islam ada Rukun Islam dan Rukun Iman, maka 4 Pilar merupakan rukun dalam berbangsa dan bernegara Indonesia.
Tidak boleh grusa-grusu, atau asal ambil keputusan, terlebih hanya untuk pencitraan, atau demi kesan ketegasan.
Namun, keberagaman corak budaya, agama, asal usul dan adat budaya di Konsel tidak membuat masyarakatnya bercerai berai.