Meksiko mendeportasi sejumlah migran Amerika Tengah yang tertangkap akibat menembus paksa blokade polisi Meksiko
Ratusan migran Amerika Tengah yang mendekati perbatasan Amerika Serikat (AS) dari Meksiko, disambut oleh gas air mata
Ratusa migran berbondong-bondong menuju perbatasan dengan maksud menekan AS agar untuk mendapatkan suaka dari Gedung Putih.
Keamanan perbatasan telah diperketat juga, dengan 7.000 pasukan militer telah dikirim untuk mengamankan perbatasan selatan dan mengeraskan pelabuhan masuk.
Migran asal Amerika Tengah belum patah arang mencari suaka. Setelah ditolak mentah-mentah oleh Amerika Serikat (AS), kini migran melirik negeri nun jauh di seberang, Spanyol.
Ribuan orang Amerika Tengah, melarikan diri dari kekerasan, kemiskinan ekstrim dan penganiayaan politik, membuat mereka mengungsi di perbatasan selama sebulan terakhir.
Donald Trump berencana menambah kewenangan pasukan militer AS, yang berjaga-jaga di sepanjang perbatasan
Seorang hakim Amerika Serikat sementara memblokir perintah Presiden Donald Trump yang melarang suaka bagi imigran yang memasuki negara secara ilegal dari Meksiko, kekalahan ruang sidang terakhir untuk Trump pada kebijakan imigrasi.
Jalur utara di San Ysidro merupakan jalur penyeberangan tersibuk dari Tijuana ke San Diego, California. Juru bicara kepolisian beralasan, jalur itu selanjutnya akan digunakan sebagai pelabuhan tambahan.
Kami tidak takut. Kami siap untuk mati, apapun yang dibutuhkan. Ketika Anda hidup dalam kemiskinan dan kekerasan, lebih baik mati dari pada hidup, kata seorang migran.