Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Peristiwa ini memicu eskalasi kekerasan lebih jauh dan disusul aksi Hamas meluncurkan serangan roket ke Israel. Israel mengklaim mendapat justifikasi untuk melakukan aksi militer ke wilayah Palestina.
Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengancam akan menyerang Tel Aviv jika Israel menargetkan menara sipil di Gaza.
Ratusan warga Palestina yang marah berkumpul di pusat Kota Ramallah untuk mengutuk langkah presiden Palestina tersebut
Hamas mengatakan, keputusan seperti itu akan ditolak karena bertentangan dengan kepentingan rakyat Palestina
Amnesti meminta raja Saudi untuk memastikan bahwa "tuduhan tidak berdasar" terhadap Al-Khudari dan putranya dibatalkan
Pemimpin kelompok militan Palestina, Hamas, mendesak anggota parlemen Turki untuk menentang kejahatan Israel, yang mengacu pada pembongkaran rumah Palestina di Yerusalem
Anggota parlemen Aljazair telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) ke parlemen negara yang bertujuan mengkriminalisasi pemulihan hubungan dengan rezim Israel.
Israel tidak berniat untuk melanjutkan hubungan normal dengan Turki dan mengirim duta besarnya kembali ke Ankara kecuali pemerintah Turki menutup kantor Hamas di Istanbul
Serangan itu terjadi sebagai tanggapan atas dugaan serangan roket yang diluncurkan dari Gaza ke pantai dekat kota Ashdod di wilayah pendudukan.