Di bawah perjanjian nuklir 2015, Iran berjanji untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir.
Amerika Serikat (AS) harus kembali pada perjanjian nuklir dan mengakhiri terorisme ekonominya terhadap Republik Islam sebagai prasyarat untuk negosiasi.
Widodo menjelaskan tidak ada kerugian negara dalam perjanjian konsesi, karena negara tidak mengeluarkan dana sepeserpun di lahan ini.
Seoul mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya tidak akan memperbarui Perjanjian Keamanan Umum Informasi Militer (GSOMIA), yang ditandatangani pada tahun 2016.
Keputusan itu juga guna mendorong pihak-pihak kesepakatan lainnya, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman untuk menjamin kepentingan Teheran di bawah perjanjian itu.
Moskow mempublikasikan spesifikasi misilnya untuk membuktikan bahwa rudal itu tidak dilarang di bawah perjanjian INF.
Uji coba rudal AS sehari sebelumnya menunjukkan, Washington sudah lama berencana meninggalkan perjanjian nuklir bilateral dengan Rusia.
Perseteruan AS-China menyakiti eksportir Jerman dan penurunan penjualan mobil serta ancaman Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan
Pakta bilateral itu sudah memberi negara-negara lain, yaitu China kebebasan untuk mengembangkan rudal jarak jauh mereka sendiri.
Washington keluar dari perjanjian itu terjadi tak lama setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan perannya dalam meracuni mantan mata-mata di Inggris pada tahun 2018.