Majelis Nasional Turki telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang membuka pintu bagi Turki menggelar pasukan di pangkalan militernya di Qatar
Menyusul perselisihan diplomatik antara Jerman dan Turki, 250 personel militer Jerman ditarik dari Incirlik, Turki.
Tindakan itu, kata Erdogan dapat menciptakan hubungan yang tidak harmonis antara Turki dan AS.
Dengan demikian, kemenangan 51,4 persen suara milik Recep Tayyip Erdogan akan membawa perubahan sistem demokrasi di negara tersebut hingga 2029 mendatang.
Erdogan sudah menyatakan akan memberlakukan Undang-undang (UU) hukuman mati.
Kemenangan ini juga disebut-sebut sebagai perubahan besar sejak Turki berdiri pada 1923 silam.
Jumlah suara yang mendukung kelanjutan Erdogan yang masih berproses sebanyak 51,32 persen dan yang menolak sebanyak 48,68 persen
Suara pendukung perubahan konstitusi Turki menang tipis 51,7 persen dari sekitar 95 persen suara yang sudah masuk, lapor kantor berita Anadolu.
Pada kampanyenya, Erdogan mengatakan, perubahan itu penting dilakukan demi mengatasi tantangan keamanan yang dihadapi Turki dan menghindari koalisi pemerintahan yang rapuh
Menurutnya larangan yang diberlakukan sejak 1980-an itu hanya sisa-sisa paham liberalis dari masa lalu.