Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun mereka mencurigai insiden itu ulah Houthi.
Selain korban tewas, tercatat sebelas warga lainnya mengalami luka-luka.
Yaman juga menghancurkan lima kendaraan militer dan menyita peralatan militer yang ditinggalkan oleh tentara bayaran, tambah laporan itu.
Disebutkan empat nama pertama bekerja dengan Houthi melalui Pengawal Revolusi Iran, sementara Tehran telah membantu dengan pembiayaan Garda Revolusi.
Serangan ini adalah serangan rudal ketiga yang dilancarkan pemberontak Houthi sejak awal Ramadhan tahun ini.
Kekerasan yang sedang berlangsung telah menghancurkan layanan dasar, termasuk sistem air dan sanitasi. PBB menggambarkan situasi di Yaman sebagai salah satu "bencana kemanusiaan
Badan PBB tersebut mengatakan sekitar 1.725 kasus terduga difteri telah terdata di 20 dari 23 provinsi Yaman
Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencatat enam warga sipil tewas dan 57 cedera pada minggu pertama bulan Mei.
Antara 26 Maret 2015 hingga 10 Mei 2018, PBB mencatat total 16.432 korban sipil tumbang di Yaman. 6.385 orang meninggal, dan 10.047 lainnya luka-luka.
Elemen yang paling penting di antaranya adalah sirine peringatan, yang dirancang untuk menghadapi berbagai jenis risiko dan memperingatkan penduduk saat keadaan darurat