Pasukan Iran bersiap meluncurkan "drone pembunuh" yang dipersenjatai dengan bahan peledak di Israel utara.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh dan ratusan ribu lainnya terluka sejak protes dimulai 30 Maret 2018 lalu.
Setidaknya 47 nelayan Yaman, termasuk tujuh anak-anak, tewas dalam lima serangan yang dilakukan koalisi pada 2018.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan, orang di balik pengadaan pesawat itu adalah pengusaha UEA dan pengusaha Israel, Kochavi.
Uni Eropa menolak permintaan dari pemimpin Inggris Boris Johnson untuk membatalkan rencana "serangan balik Irlandia,"
Teknologi ini merupakan metode untuk memetakan reseptor kritis pada sel kanker, berdasarkan gambar biopsi pasien kanker payudara.
Houthi juga mendesak koalisi Arab Saudi untuk menghentikan serangan yang menghancurkan tetangganya di selatan atau merasakan konsekuensinya.
Sejumlah pasukan Israel melepaskan tembakan ke Jalur Gaza, dengan alasan menembaki tersangka pria bersenjata yang mendekati pagar keamanan.
Laporan kemudian di media Israel menagatakan, Israel telah menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang diduga berusaha menyeberang perbatasan dari Gaza ke wilayah-wilayah pendudukan.
Laporan setebal 288 halaman itu mengungkapkan, serangan Arab Saudi di Yaman melanggar hukum humaniter internasional karena menyasar warga sipil dan infrastruktur.