Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran tentang perkembangan pengujian rudal balistik dan perilakunya di wilayah yang lebih luas.
Kaabi mengecam pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengatakan akan tetap membiarkan militernya di Irak untuk memantau garak gerik musuhnya, Iran.
Polisi dan pejabat medis mengatakan sebuah bus yang membawa peziarah Syiah Iran telah diserang di Irak
Presiden dengan jargon Make America Great Again itu menyoroti pentingnya pangkalan militer utama di Irak untuk pengawasi kegiatan Republik Islam Iran yang mengancam.
Keputusan itu memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru yang menurut para analis dan politisi dapat mendorong dunia yang awalnya lebih jauh kini akan lebih dekat dengan perang nuklir.
Peluru anti kendali itu adalah bagian dari kelompok rudal jelajah Soumar, yang pertama kali diluncurkan pada 2015 dengan jangkauan 700 km, menurut menteri.
Media lokal menyebutkan bahwa serangan pada Sabtu (2/2) itu terjadi saat negara itu mengadakan perayaan resmi untuk memperingati 40 tahun Revolusi Islam Iran.
Peluncuran tersebut menandai peringatan 40 tahun Revolusi Islam 1979, masa di mana Iran resmi menjadi Republik Islam lewat referendum nasional.
Amerika Serikat (AS) menangguhkan kepatuhannya dengan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
Kritikus blak-blakan terhadap penguasa Iran Mohammad Reza Shah Pahlavi mendarat di Bandara Internasional Mehrabad dekat Teheran pusat, dengan penerbangan Air France dari Paris.