Di sela-sela agenda kerjanya sebagai Pimpinan MPR di berbagai daerah selama bulan Ramadan, Syarief Hasan kerap menyempatkan diri untuk bersilaturahmi kepada ulama-ulama dan anak-anak yatim.
Instruksi pengibaran bendera pantas dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa dan bakti para prajurit yang gugur dalam tugas negara.
Di tengah pandemi Covid-19 ini kita masih bisa bersilaturahmi dan memberi perhatian kepada anak yatim dan warga miskin, sekaligus beribadah dan menjalankan ajaran agama Islam.
Pemerintah mesti tegas, bukan hanya melarang WNA asal India, tetapi juga WNA-WNA dari beberapa negara yang terindikasi mengalami kenaikan kasus.
Tingginya tingkat pemahaman rakyat terhadap penyebaran virus Corona dan bahayanya, adalah bukti keberhasilan sosialisasi yang dilakukan berbagai elemen bangsa.
Data dari Kemnaker RI menyebutkan jumlah pengangguran selama Pandemi Covid-19 bertambah sebesar 3,05 juta.
Syarief Hasan juga mendorong Pemerintah untuk berhati-hati di dalam pembuatan kebijakan-kebijakan, termasuk penyusunan Peraturan Pemerintah.
Sudah saatnya pemerintah memikirkan berbagai skenario kebijakan yang extraordinary menyikapi aksi keji KKB yang tidak kunjung berakhir ini.
Wakil Ketua MPR ini pun meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal masuknya paham radikal terorisme di tengah masyarakat yang saat ini banyak disebarkan melalui dunia maya.
Sistem perencanaan pembangunan nasional mesti memenuhi beberapa kriteria, salah satunya adalah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setiap tahun sehingga daya beli tinggi dan roda perekonomian berjalan cepat.