Platform Amerika Serikat (AS) tersebut diketahui menghapus foto dan video para pengguna yang bereaksi terhadap pembunuhan AS terhadap ikon perjuangan anti terorisme Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.
Zarif selanjutnya mengecam Presiden AS, Donald Trump karena mengancam menyerang 52 situs dan kebudaya Iran, jika Teheran membalas pembunuhan Jenderal Soleimani.
Bahr Aluloom mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan udara dan pembunuhan yang dilakukan oleh AS, yang kini membuat tensi di Teluk semakin memanas.
Keputusan itu menyusul pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibukota Irak, Baghdad pada Jumat pekan lalu.
Gertakan Trump itu disampaikan di akun Twitternya pada Senin (6/1), beberapa hari setelah memerintahkan secara langsung pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di ibukota Irak, Baghdad.
Respons terhadap pembunuhan Jenderal Soleimani bukan hanya tanggung jawab Iran, tetapi juga seluruh sumbu perlawanan
Salah jika meninggalkan pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani tanpa tanggapan.
Kamp itu akan diadakan di Akademi Aspire di Doha pada 5-25 Januari, yang artinya para pemain akan berangkat akhir pekan ini.
Ia menyurati kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menyatakan, pembunuhan dengan dalih apa pun adalah contoh nyata terorisme negara dan merupakan tindakan kriminal yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.
Kematian Zaheer, dan pembunuhan yang menyasar empat pria Muslim di lingkungan mayoritas Muslim tersebut, menyebabkan aksi protes disertai kekerasan makin intens di India.