Total kematian penderita Corona di Iran mencapai 2.378 orang, atau menjadikannya berada di salah satu negara yang paling parah di dunia.
Hampir 30.000 orang Iran telah dites positif terkena virus corona baru, yang dikenal sebagai COVID-19, sejak infeksi tersebut terlihat di negara itu bulan lalu.
Republik Islam Iran memiliki kapasitas perawatan kesehatan yang cukup untuk membantu Amerika memerangi wabah virus corona baru (COVID-19).
Misi diplomatik Rusia, China, Iran, Suriah, Korea Utara, Kuba, Nikaragua, dan Venezuela mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres terkait dampak negatif dari sanksi tersebut.
Iran mengutuk serangan tersebut mengatakan, Republik Islam akan mendukung pemerintah Afghanistan dalam perangn melawan terorisme dan ekstremisme.
Perusahaannya yang berbasis pengetahuan sudah memproduksi secara massal alat tes diagnostik virus corona dan sedang menunggu izin.
Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.
Presiden menekankan bahwa orang-orang Iran harus mengikuti instruksi dari pejabat kesehatan untuk mengekang wabah virus.
Kementerian Kehakiman Iran mengatakan, sekitar 85.000 tahanan, termasuk setengah dari tahanan yang menjalani hukuman karena alasan keamanan, untuk sementara dibebaskan karena penyebaran virus.
Presiden Komite Olimpiade Nasional Iran, Seyyed Reza Salehi Amiri, mengajukan surat kepada presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach.