Lembaga antikorupsi bakal mendalami penggunaan dana otonomi khusus (otsus) Papua berinilai triliunan rupiah
Dugaan itu didalami tim penyidik lewat seorang pengusaha jual beli mobil mewah bernama Suci Marlina.
Iing membenarkan banyak masalah akibat aturan yang tumpang tindih antara Perraturan Daerah (Perda) dan Undang-undang mengenai kawasan hutan
Hal ini berbeda dari narasi yang diungkapkan tim kuasa hukumnya, Petrus Bala Patyona yang menyebut kliennya dalam kondisi tidak sehat.
Sebab, kata dia, masalah itu baru sekedar menduga-duga, karena belum ada aparat hukum yang turun tangan
Hal itu ditegaskan Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri merespons isu dugaan aliran uang Lukas Enembe ke OPM.
Firli menyebut sejumlah dukungan yang dilaporkan kepada KPK,
Upaya Erick untuk menyelamatkan uang rakyat lewat gerakan antikorupsi di BUMN, kini mulai menuai hasil.
Erick menyebut hanya 35 persen perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik. Sisa 65 persen lainnya bermasalah.
KPK diketahui telah menetapkan dua orang sebagai tersagka dalam perkara ini. Mereka ialah Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe