Mata uang Iran jatuh hampir 50 persen dalam nilai dalam enam bulan terakhir, dengan dolar Amerika Serikat (AS) sekarang diperdagangkan di sekitar 78.500 di pasar gelap.
Abbas Jafari-Dolatabadi mengatakan beberapa pengunjuk rasa di dekat bazaar ditangkap pada Senin dan tidak akan dibebaskan sebelum pergi ke pengadilan.
Pada Senin, para pedagang berkumpul di luar parlemen mengeluh tentang penurunan tajam nilai mata uang nasional. Kemudian pada Selasa sejumlah penjaga toko dan pedagang menutup bisnisnya. Grand Bazaar Teheran pun demikian.
Iran terus menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, termasuk tingginya angka pengangguran dan melemahnya mata uang.
Trump menyampaikan ancaman menaikkan tarif impor mobil dari Uni Eropa sebesar 20 persen.
Diikuti 21 pelaku bisnis dari 11 perusahaan dan lembaga dari berbagai sektor usaha.
Menurut Komisi Eropa, tindakan balasan Uni Eropa akan menargetkan daftar produk senilai USD3,2 miliar
Erdogan juga mengatakan oposisi "tidak peduli" tentang isu-isu utama Turki seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, pariwisata dan transportasi.
Serangan protes mengguncang Yordania menyangkut kondisi ekonomi terakhir negara itu dan tagihan pajak penghasilan yang kontroversial.
Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa menularkan pada banyak orang.