Pemerintah terus menggenjot upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan melakukan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) guna meningkatkan kapasitas dan fungsi KUA, terutama dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan calon pengantin.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) turut melibatkan mahasiswa dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Pemberian layanan kesehatan gratis ini dilakukan secara serentak di 47 titik di seluruh Indonesia dengan melibatkan Polri/TNI dan Keluarga Alumni Univeristas Gadjah Mada (KAGAMA).
NTT sendiri berada di peringkat pertama terbesar kasus balita stunting secara nasional, yakni 37,8 persen.
Di Kabupaten Tapin dalam rangka percepatan penurunan stunting telah dibentuk tim pembina keluarga yang terdiri dari 182 kelompok dengan jumlah kader sebanyak 546 orang.
Jumlah kasus harian telah mencapai 16.021 per 1 Februari 22, Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19.
Hanya Kabupaten Mamuju Tengah yang memiliki angka stunting terendah.
Jadi kalau anak di bawah satu tahun tidak diberikan makanan yang optimal baik dari segi jenisnya maupun jumlahnya tidak akan tercapai pertumbuhan ini diawal.
SDM yang banyak tetapi tidak berkualitas ini akan menyebabkan satu kendala tersendiri bagi negara.
Kerja sama lintas sektor sangat penting dalam mempercepatan penurunan stunting, yang saat ini berada di angka 24,4 persen.