Pelapor khusus PBB untuk Myanmar menekankan bahwa situasi hak asasi manusia di Rakhine terus memburuk.
Keputusan itu tak lama setelah menuai kritikan k karena dianggap tak mencegah penyebaran konten yang penuh kekerasan dan kebencian saat ekskalasi konflik di Myanmar meningkat.
FRC mengatakan, konferensi dua hari itu akan dihadiri para cendekiawan terkenal dunia, utusan PBB, aktivis dan pengungsi, akan menyerukan akuntabilitas dan perlindungan bagi minoritas nasional di Burma, juga dikenal sebagai Myanmar.
Hal itu sekaligus menepis fakta yang beredar selam ini bahwa pemimpin demokratis pertama negara itu dalam beberapa dasawarsa akan menjaga kebebasan berbicara di negara itu.
Pelapor khusus PBB tentang situasi HAM di Myanmar menegaskan bahwa orang-orang Rohingya harus diperlakukan dengan baik.
Menuntut pelaku mempertanggungjawabkan kejahatan mereka diperlukan sebelum para pengungsi yang melarikan diri dari negara itu kembali.
Seorang pakar PBB menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya konflik di Rakhine utara dan tengah dan Negara-negara Chin pada hari Jumat
UNCHR menyesali keputusan India yang kembali mendeportasi komunitas Rohingya
Menurut PBB, bentrokan antara militer Myanmar dan tentara Arakan terus berlangsung selama beberapa hari terakhir setelah serangan oleh Tentara Arakan di pos-pos polisi
Kelima orang warga Myanmar itu adalah kelompok kedua yang dikembalikan paksa ke Myanmar.