Banyak yang menduga menjadi anak, menantu atau bahkan cucu presiden itu rasanya hanya dua : enak dan enak sekali.
Jadi Kaesang walaupun dia anak kota, pernah sekolah di luar negeri, tapi dia tetap anak wong ndeso. Menghina wong ndeso, sama saja menghina asal usul bapaknya.
Pertemuan dengan GNPF MUI semoga saja merupakan sebuah pilihan sadar dari Jokowi untuk memperbaiki relasi antar-elemen bangsa.
Walaupun hanya bercanda, tapi ucapan seorang presiden tidak bisa dianggap enteng.
Kalau masih mau menang pilkada di Jabar dan kemenangan umat berlanjut, rapatkan barisan! Harus ada yang berani menjadi imam shalat dan menyatakan "Lurus dan rapatkan shaf, barisan."
Oleh: Hersubeno Arief
Konsultan Media dan Politik