Secara kalkulasi politik sangat wajar bila PDIP atau setidaknya Golkar, juga akan mendukung RK.
Jangan lupa dalam dua pilkada terakhir, Jabar telah menjadi kuburan tokoh-tokoh yang terlalu percaya diri pada modal popularitas dan elektabilitas.
Dalam skala nasional pecahnya kongsi PKS-Gerindra di Jabar bisa menjadi pintu masuk perpecahan koalisi permanen secara nasional.
Jadi pertemuan tadi malam merupakan peringatan bagi Jokowi.
Dengan penampilan semacam itu tidak mungkinlah Jokowi menjadi diktator. Apalagi latar belakangnya juga sipil, bukan militer.
Apakah ini merupakan sandyakalaning Golkar? Tanda-tanda akan berakhirnya masa keemasan partai yang berjaya sepanjang Orde Baru berkuasa?
Posisi Novanto saat ini kira-kira sama dengan Ahok yang juga “dilepas” oleh Jokowi karena menjadi beban politik.
Bagi Tito pribadi situasi ini pasti dirasakan sangat berat. Sebelum menjadi Kapolri hubungan Tito dengan FPI, khususnya Imam Besar FPI Habib Rizieq sangat dekat.