Dengan mendukung perang koalisi Saudi di Yaman dengan senjata, pengisian bahan bakar udara dan penyerangan bantuan, Gedung Putih terlibat dalam kekejaman ini.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan mengerikan terhadap bus di Yaman barat laut yang menewaskan sedikitnya 50 orang, kebanyakan dari mereka anak-anak.
Henrietta Fore mengutuk serangan brutal Arab Saudi di Yaman yang menyebabkan sedikitnya 100 korban anak-anak.
Menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), sejak awal intervensi yang dipimpin Saudi di Yaman pada tahun 2015, sekitar 2.400 anak tewas dan 3.600 yang mengalami cacata.
Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara pengiriman minyak melalui perairan itu pada 25 Juli setelah dua kapal induk minyak mentahnya diserang oleh milisi Houthi di Yaman.
Survei itu juga mengatakan lebih dari 61 persen responden tidak menyetujui orang Yaman sebagai pengungsi, dibandingkan sementara 36 persen masih terbuka untuk menerima mereka.
Sebelumnya, sumber-sumber lokal Yaman mengumumkan, Rumah Sakit Al-Hudaydah di Yaman barat diserang para pejuang Saudi, yang menewaskan 26 orang dan melukai 35 lainnya.
Al-Hudaydah adalah satu-satunya jalur untuk bantuan kemanusiaan ke negara Yaman yang dilanda perang. Diperkirang 70 persen bahan makanan dan bantuan farmasi masuk ke negara itu melalui pelabuhan.
PBB percaya rudal balistik jarak pendek dan persenjataan lainnya, dikirim dari Iran ke Yaman setelah embargo senjata diberlakukan pada 2015 silam
Kejadian itu kali keduanya berturut-turut mencegah pesawat Rusia dari mendarat di Bandara Sana`a untuk bantuan kemanusiaan.