Dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang banyak mengalami penyesuaian akibat pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menekankan tentang pentingnya inovasi pembelajaran.
Agar proses pembelajaran di rumah berjalan mengasyikkan, psikolog sekaligus pemerhati pendidikan, Tika Bisono menyarankan orang tua memulai dengan bermain peran (role play), sebagai contohnya mengenakan kostum menarik saat mengajar.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud, Totok Suprayitno menjelaskan, alih-alih PJJ, yang akan dipermanenkan ialah penggunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran, sebagaimana yang dilakukan saat ini.
“Eco-Pesantren” dapat digunakan sebagai model atau sarana pembelajaran sejak dini di lingkungan pondok pesantren
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Nizam mengatakan kebijakan akademik di tengah pandemi Covid-19 untuk pembelajaran di semester depan sudah tertera dalam SKB Empat Menteri.
Saya berpendapat perlu mulai diperbincangkan mengenai kapan sekolah akan mulai dibuka dan sistem pembelajaran pada tahun ajaran baru ini
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai pesantren dan pendidikan keagamaan wajib mendapat perhatian. Tidak hanya dari segi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19, tetapi juga menyangkut bantuan sosial (bansos).
Sebagaimana diketahui, dalam dua bulan terakhir, setelah pemerintah meniadakan perkuliahan tatap muka di kampus, proses pembelajaran termasuk penelitian berlangsung secara daring dengan mengandalkan teknologi digital.
Pasalnya, saat ini guru, siswa, dan orang tua dipaksa untuk bertemu dalam sebuah platform digital setelah pemerintah memutuskan meniadakan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah membawa paradigma baru di tengah masyarakat. Salah satunya, orang tua dituntut menjadi pengganti guru sekolah untuk anak, sementara proses pembelajaran dilakukan di rumah.