Iran menunjuk hidung Amerika Serikat (AS), Israel, dan Yahudi sebagai pembuat virus corona (Covid-19) yang menjadi pandemik di seluruh dunia saat ini.
"Sejak sekira dua bulan lalu ketika tersebar berita tentang adanya serangan virus corona di berbagai negara, sepanjang pengamatan saya, Prof. Yusril adalah tokoh yang paling produktif melalui tulisan-tulisannya,” kata Masduki
Ashrawi mencatat bahwa pendudukan Israel telah mengabaikan kondisi kesehatan orang-orang Palestina di Yerusalem sejak dimulainya penyebaran virus corona.
Upacara Api Kudus tetap digelar meski sedang berada di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).
Menurut Kementerian Kesehatan Israel, 95 orang masih dalam kondisi serius sementara 241 orang pulih.
Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, bekerja sama dengan para pejabat kesehatan Israel.
Hal ini dilakukan karena Palestina tidak mudah mengimpor alat-alat medis dari luar negeri, termasuk China dan Korea Selatan.
IIBR juga terlibat dalam pengumpulan plasma dari orang-orang yang telah pulih dari infeksi virus corona baru, dengan harapan hal ini dapat membantu penelitian
Sejauh ini, Israel telah mencatat 4.347 kasus virus dan 15 kematian.
Dua warga sipil mengalami luka-luka kecil akibat tertimpa puing-puing setelah pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan rudal Houthi di Riyadh dan kota selatan Jazan pada Sabtu malam.