Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai layak disebut sebagai rezim pinokio. Sebab, pemerintahan Jokowi telah beberapa kali membohongi rakyat terkait kenaikan harga BBM.
Kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Dexlite dinilai sebagai bukti bahwa rezim pemerintahan Presiden Jokowi gemar melakukan kebohongan kepada rakyat.
Kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) yang lebih cepat untuk mengumumkan maju dalam kontestasi Pilpres 2019 dinilai lebih berpeluang untuk menang.
Anggota Komisi XI DPR RI Faisol Riza menyentil Anggota BPK Achsanul Qosasi yang membandingkan kenaikan harga BBM di era SBY dan Jokowi.
Presiden Jokowi mengucapkan selamat kepada Arinal-Nunik. Harapannya supaya mereka mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik ke depannya.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi seruan yang disampaikan Presiden Jokowi terkait netralitas TNI, Polri, dan BIN dalam menghadapi Pilkada 2018.
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Dimyati Rois menegur Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang terkesan “one man show” dalam upayanya sebagai calon Wakil presiden (Cawapres) 2019 mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Fungsionaris DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menepis tudingan yang menyebut ketua umumnya, Airlangga Hartarto telah mengadu domba Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Sebelumnya, mantan presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut aparat tidak netral dalam Pilkada
Jokowi mengatakan penurunan tarif pajak itu diharapkan bisa mengembangkan usaha para pelaku UMKM serta dapat mendorong tumbuhnya investasi di daerah