Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengecam pendekatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menyamaratakan pandangannya tentang isu-isu global
Kelemahan pendekatan Trump, katanya, adalah bahwa ia tidak memiliki persiapan kebijakan yang terperinci dan tindak lanjut yang diperlukan untuk mengubah perjanjian lisan menjadi perjanjian internasional yang mengikat.
Menurut Zarif, Washington memberlakukan lusinan sanksi terhadap Negeri Para Mullah karena sejumlah alasan, termasuk program nuklir negara itu.
Musuh akan mengerahkan lebih banyak tekanan pada Iran untuk mendesak negara itu menyerah.
Pemerintah India sudah menganggap Iran sebagai sekutu utamanya di Asia dan tidak akan berlutu di bawah tekanan Amerika Serikat (AS).
Tak ada kemungkinan perang antara Washington dan Teheran, sebab peperangan antara kedua negara akan menyebar ke seluruh dunia.
ABC menyebutkan, fasilitas pertahanan Australia kemungkinan akan memainkan peran dalam mengidentifikasi target di Iran, seperti juga badan-badan intelijen Inggris.
Komandan pasukan elit Iran, Pasukan Quds, mengeluarkan ancaman di tengah perang kata-kata dengan Trump.
Disepakati untuk meningkatkan koordinasi untuk langkah awal negosiasi perjanjian perdagangan yang akan menjadi dasar untuk pelaksanaan kerja sama bilateral untuk kerja sama yang lebih tinggi.