Iran tidak mengingkan konfrontasi, tetapi tidak akan luput membela diri.
Rouhani mengatakan, Iran selalu ingin melakukan negosiasi dan diplomasi tetapi negosiasi hanya mungkin ketika tidak ada tekanan.
Ayatollah Khamenei mengatakan negara Iran telah membuktikan bahwa mereka akan memecahkan kebuntuan.
Meskipun Turki bersikeras bahwa mereka perlu mempertahankan impor minyak dari tetangganya, Washington mengisyarakan tidak ada perpanjangan pengabaian yang akan datang.
Berbicara di New York City pada Rabu (24/4) Zarif memperingatkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengambil "tindakan gila" dalam upaya memblokir penjualan minyak Iran.
Garda Revolusi Umum Iran, Ali Reza Tengseiri menegaskan kembali ancaman untuk menutup Selat Hormuz jika dicegah menggunakan jalur laut strategis itu untuk mengekspor minyak.
Pemimpin Iran Khamenei menilai bahwa mengevaluasi soal keputusan AS yang akan menghentikan kebijakan pembebasan sanksi minyak Iran terhadap delapan negara.
RUU itu disampaikan sehari setelah Washington mengumumkan bahwa tidak ada negara yang lagi akan dibebaskan dari sanksi AS jika terus membeli minyak Iran.
Juru bicara Komisi Eropa Maja Kocijancic menyatakan "penyesalan" pada Selasa (23/4) atas keputusan AS tersebut,