Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump soal peningkatan kapasitas nuklir dinilai akan mengancam masa depan perdamaian dunia.
Kritik ini lahir setelah PBB mengutuk permukiman Israel yang berada di Tepi Barat.
Sambungan telepon dari presiden terpilih AS Donald Trump dengan presiden Taiwan, yang membuat marah China karena mengangap Taiwan sebagai bagian dari negaranya.
Menurut Chomsky, apa yang disebut sebagai Demokrat Baru sebenarnya kurang lebih sama dengan "Partai Republik yang Moderat". Jadi, "Revolusi Politik" yang disuarakan oleh Bernie Sanders adalah benar.
Pada April 2010, Chomsky sudah memrediksi adanya tren visi gelap AS di bawah Trump ini. Filsuf, sejarawan dan aktivis ini telah memperingatkan bahaya keberhasilan "tokoh kharismatik".
Amerika Serikat mempunyai 7.100 senjata nuklir dan Rusia menyimpan 7.300 senjata nuklir, kata lembaga nonpartisan Asosiasi Pengontrolan Senjata.
Wang Yi mengingatkan bahwa hubungan dengan AS kemungkinan akan mengalami masalah baru. Satu-satunya jalan untuk memelihara hubungan yang stabil, kata Wang Yi, adalah dengan saling menghormati.
Trump, melalui akun twitternya pada Kamis (22/12) langsung merespon komentar Putin, yang menyatakan bahwa AS harus memperkuat dan memperluas pasukan nuklirnya.
Kepastian itu ditegaskan melalui akun Instagramnya. "Bangun pagi ini menghadapi banyak berita," tulis Foster di akun Instagram.
Belum lama ini, Presiden Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat menyatakan kepada National Public Radio bahwa AS akan menindak Rusia.