Pemerintah Amerika Serikat memuji Arab Saudi karena berhasil membongkar peran Iran di Yaman dan penyediaan sistem rudal Teheran kepada milisi Houthi yang berperang di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan intervensi Iran membahayakan keamanan negara-negara tetangga dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz menerima mengundurkan diri Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri.
Sekutu gabungan itu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran sebagai dalang atas serangan.
Hariri mengumumkan pengunduran setelah menyampaikan serangan terik terhadap Iran dan milisi resminya, Hizbullah, keduanya di Lebanon dan di seluruh wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Bahrain menghimbau warganya di Lebanon meninggalkan wilayah tersebut setelah Perdana Menteri Saad Al-Hariri mengundurkan diri
Mahmoud Vaezi, kepala staf pemerintahan Presiden Rouhani, menolak tuduhan Hariri terhadap Iran. Ia mengatakan pengunduran dirinya terdengar mencurigakan
Pertahanan udara Arab Saudi mencegat kiriman rudal Yaman, dan mendaratkannya ke dekat bandara Riyadh. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa
Bahram Qassemi juga menolak ucapan anti-Iran al-Hariri sebagai hal tidak berdasar. Ia mengatakan tuduhan Hariri serupa dengan Zionis, Saudi dan Amerika Serikat.
Mantan analis CIA mengundurkan diri dari agen tersebut karena waswas dengan administrasi Trump