Di tengah pertumbuhan ekonomi, isu-isu seperti perang perdagangan AS-China, kebijakan moneter ketat AS, kenaikan harga minyak dan sanksi perdagangan Iran sangat mengkhawatirkan.
India akan tetap mengupaykan membeli minyak mentah dari Tehran setelah pertemuan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) pekan depan.
Itu disampaikan menyusul laporan Wall Street Journal yang menyebut Negeri Para Mullah mempersenjatai dan melatih warga Irak untuk memerangi Gedung Putih.
Katz mengasakan, jika presiden Bashar al-Assad membela pasukan Iran, maka ia akan segera merasakan konsekuensinya.
Ali Khamenei mengatakan, Iran tidak akan pernah bernegosiasi dengan pejabat Gedung Putih yang "tidak senonoh dan konfrontatif" mengenai kesepakatan baru.
Ada puluhan mata-mata yang telah diamankan Teheran, atas dugaan spionase dan kewarganegaraan ganda.
Khamanei melarang Iran bergantung pada Uni Eropa pasca penarikan diri Amerika Serikat dari pakta nuklir pada Mei lalu.
Perjanjian Amity 1955, yang dijadikan dasar gugatan Iran, tidak dapat memberikan yurisdiksi bagi pengadilan untuk membahas masalah ini.
Eropa berusaha dengan serius menunjukkan tingkat kemandirian yang lebih besar dari AS karena Presiden Donald Trump mengejar agenda "America First".