Produk-produk yang dikenai tarif tambahan adalah mobil, beras, alkohol, tembakau, dan kosmetik
Erdogan bersumpah untuk mengganti impor asing dengan barang-barang yang diproduksi di dalam negeri.
Presiden Turki mengatakan bahwa perekonomian digunakan sebagai senjata untuk menekan Turki
Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menyatakan masih memiliki dinamika ekonomi yang solid dan kuat di tengah-tengah serangan ekonomi yang terjadi kepada negara tersebut.
Erdogan menyebut AS telah menusuk Turki dari belakang. Padahal kedua negara merupakan mitra strategis, dan sama-sama menduduki anggota NATO.
Erdogan mengatakan Turki memiliki alternatif sekutu baru seperti Iran, Rusia, China dan beberapa negara Eropa lainnya, jika AS mulai merusak hubungan kedua negara.
Erdogan juga mengancam akan mencari sekutu dan pasar baru.
Jumlah korban tewas dari gempa yang terjadi di wilayah timur Indonesia pada Minggu lalu telah merangkak naik menjadi 387, menurut otoritas lokal pada Jumat.
Pernyataan terbaru Erdogan menegaskan hubungan kedua negara yang semakin panas akhir-akhir ini.
Sosok Erdogan, bagaimana pun, telah mengontrol setiap senti kehidupan warganya, dan menyapu setiap perlawanan oposisi.