Sepanjang pemerintahan Presiden Jokowi, tindak kejahatan korupsi di tanah air kian marak. Buktinya, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK semakin banyak.
Bagi sejumlah pihak, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan, baik secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Sehingga, berbagai macam cara dilakukan untuk meraih sebuah kekuasaan.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) didorong untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres 2019. Lalu siapa calon presiden (Capres) yang akan berdampingan dengan Cak Imin?
Sejumlah pengamat politik dan pakar akademisi menyebut calon presiden (Capres) yang didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan menang dalam kontestasi Pilpres.
Pasal penghinaan presiden dan wakil presiden yang saat ini masih dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) RUU KUHP dan pemerintah diharapkan tidak membatasi dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.
Dengan total jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang, maka setidaknya diperlukan 112 kursi untuk bisa mengusung seorang capres. Jelas PKS butuh partai koalisi.
Presiden Jokowi diminta mengevaluasi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Jokowi menjadi Presiden pada tahun 2014, target pertumbuhan ekonomi tidak pernah tercapai.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menangis ketika meminta KH Dimyati Rois menjadi Ketua Dewan Syura DPP PKB.
Pasal penghinaan presiden dan wakil presiden yang saat ini masih dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) RUU KUHP dan pemerintah dinilai tidak perlu dimunculkan kembali. Sebab, pasal tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).