Pertemuan darurat OKI bertujuan untuk membahas "relokasi illegal kedutaan AS ke al-Quds" dan "pembunuhan brutal terhadap rakyat Palestina oleh rezim Zionis".
Rencana Washington untuk membentuk koalisi internasional untuk melawan rezim Teheran dan pengaruhnya di Timur Tengah (Timteng) dinilai satu keharusan.
Pertemuan itu rencananya akan digelar bersama lima menteri Iran selama dua hari
Kesepakatan itu, yang diratifikasi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Jerman dan Iran, memberi Teheran bantuan dari sanksi sebagai ganti komitmen untuk mengurangi program penelitian nuklirnya.
Perjanjian sementara tiga tahun pada Kamis, yang menghapuskan bea cukai, akan berfungsi sebagai tes untuk menentukan apakah keanggotaan Iran jangka panjang layak.
Donald Tusk juga mendesak pemimpin UE untuk bersiap mengambil tindakan sendiri.
Pasukan Keamanan Negara Arab Saudi mengatakan, pihaknya akan memerangi pendanaan teror, dan akan diprioritaskan kepada kepemimpinan Hezbollah, properti dan keuangan mereka.
Seorang bankir Turki yang dihukum sebagai bagian dari konspirasi karena melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dijatuhi hukuman 32 bulan penjara.
Rouhani menduga, dengan hengkang dari kesepakatan tersebut, AS mengira Iran akan ikut-ikutan.
Bank Islam Al Bilad yang berbasis di Irak juga mendapat sanksi, dengan Ketua Aras Habib yang juga mensponsori IRGC-QF