Gegara itu, Trump murka dan akan membuktikan pemberian sanksi keras pertamanya.
Perintah eksekutif ini jelas diskriminatif berdasarkan kebangsaan seseorang dan memicu stigmatisasi masyarakat Muslim.
Trump tidak mau begitu saja menerima kesepakatan yang ia sendiri tidak pernah menandatanganinya.
Saya akan mempelajari kesepakatan bodoh itu, ucap Trump.
Sekretaris Jenderal mengatakan, imigrasi menjadi keharusan yang mesti dilakukan dan larangan perjalanan AS bukan cara terbaik untuk melindungi AS atau negara lain mana pun
Perdana Menteri Inggris, Theresa May memastikan bahwa panggilan telepon itu hanya akan membahas permintaan pemimpin Partai Buruh.
Trump pekan lalu menuduh Jepang dan China terlibat dalam praktek-praktek perdagangan tidak adil.
CEO Starbucks menyebut upaya tersebut sebagai kritik terhadap kebijakan Presiden Trump.
Pada Senin lalu anggota parlemen Irak sepakat menyerukan agar pemerintah Baghdad merespon dengan baik keputusan pelarangan yang diberlakukan oleh AS.