Sebelumnya bank swasta terbesar Iran itu disebut menerima ganti rugi lebih dari satu miliar dolar dari Departemen Keuangan Inggris setelah pihak Inggris sepakat penyelesaian kasus yang melibatkan bank tersebut pada 2009.
Perang dagang telah berkecamuk antara AS dan China yang telah memberlakukan tarif ratusan miliar dolar pada barang-barang satu sama lain, membebani ekonomi global.
Penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai senjata untuk menyerang negara lain hanya akan menyusahkan warga biasa.
Arab Saudi diminta menghentikan agresi dan blokade terhadap Yaman, atau tentara Yaman menghantam Negeri Petro Dolar di mana saja dan kapan saja yang dipilihnya.
AS resmi memberlakukan bea masuk 15 persen atas barang-barang konsumsi senilai 112 miliar dolar dari China.
Hal itu, menurut Trump, mengakibatkan sesuatu yang memberi negara-negara Eropa keuntungan perdagangan besar.
Pemerintahan Bolsonaro telah menolak jutaan dolar bantuan itu dan menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang membantu mempelopori janji itu, memiliki niat "kolonialis".
Pemerintah China menyatakan bahwa pihaknya akan mengenakan tarif balasan terhadap barang-barang tambahan senilai 75 miliar dolar AS asal Amerika Serikat.
Sejak itu, kedua belah pihak telah bertukar tarif lebih dari 360 miliar dolar dalam perdagangan dua arah.
Wakil Ketua Badan Anggaran(Banggar) DPR RI Said Abdullah memperkirakan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik.