Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi II DPR untuk segera menggelar Rapat Kerja Gabungan dengan KPU, Bawaslu, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian untuk mencari tahu lebih detail terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.
Kabar yang menyebutkan petugas KPPS meninggal akibat diracun mendapat respon dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Empat petugas kepolisian tewas dalam ledakan bom di Quetta, ibu kota Baluchistan, Senin (13/05) malam. Ledakan itu juga melukai sekitar 10 lainnya, termasuk warga sipil.
Berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi jika diakumulasikan, ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan.
"Secara psikis petugas jadi kelelahan dan menanggung beban berat gara-gara opini kecurangan yang terus dibangun," jelas Neta.
Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April terbilang sukses, aman dan damai. Di balik itu semua, terdapat duka mendalam dengan meninggalnya lebih dari 500 petugas Pemilu.
Petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP) memiliki perang strategis dalam mengembalikan kejayaan di sektor perkebunan.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut KPU, sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab dari peristiwa banyaknya petugas Pemilu yang meninggal dunia.
Pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak sangat menguras tenaga dan pikiran, Tidak sedikit petugas KPPS yang meninggal akibat kelelahan, termasuk Anggota Polri.
Korban meninggal dunia akibat pelaksanaan Pemilu serentak 2019 dikabarkan sudah mencapai 326 jiwa. Ratusan nyawa yang berjatuhan saat Pemilu 2019 menuai tanda tanya besar dari sejumlah pihak.