Meski mendapat dukungan dari sejumlah relawan dan elektabilitas terus meningkat, PKB belum mendeklarasikan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk maju sebagai Cawapres di Pilpres 2019.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta lebih bijak dalam memberantas berita hoaks, tanpa pandang bulu dan tidak selalu mengaitkan penyebar hoaks dengan kelompok muslim.
Komisi XI DPR menyayangkan sikap pemerintah dalam proses perpanjangan jabatan komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang tidak diantisipasi sejak awal, sehingga sempat dinyatakan tidak beroperasi.
Dari sejumlah nama elite partai politik (Parpol), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres terpopuler untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Berdasarkan tolak ukur kinerja, elektabilitas Presiden Jokowi semakin menurun. Sementara berbanding terbalik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang semakin meningkat.
Saat disinggung sejumlah nama cawapres seperti Gatot, AHY, Cak Imin dan sejumlah nama lainnya, Wanto mengaku tak kenal dengan nama nama itu kecuali Cak Imin.
Partai Gerindra mengendus adanya keinginan dari partai pendukung pemerintah agar Pilpres 2019 hanya ada calon tunggal. Hal itu sejak pembahasan UU Pemilu di DPR.
Dari sejumlah nama elite Parpol, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menempati posisi teratas sebagai Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) resah bila Indonesia hanya menjadi sasaran pasar bagi produk-produk dunia.
Partai Golkar berharap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Ormas Islam terbesar di tanah air memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.