Sekjen Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Repdem Wanto Sugito memuji sosok Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang baik.
Partai Golkar menyerahkan kriteria calon wakil presiden (Cawapres) kepada Presiden Jokowi. Sebab, hanya Jokowi yang mengetahui figur yang cocok untuk mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.
Partai Golkar meyakini Pilpres 2019 hanya ada dua poros atau dua kandidat. Hal itu mengingat syarat untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) sebesar 20 persen kursi DPR.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menilai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai sosok yang lengkap.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mendukung pencalonan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) 2019.
Presiden Jokowi tidak menandatangi UU MD3 yang telah disahkan DPR bersama pemerintah. Hal itu dinilai sebagai bukti bahwa koordinasi Presiden Jokowi dengan Menkumham tidak baik.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan jaminan penuh tidak akan ada masyarakat apalagi wartawan yang menjadi korban atas UU MD3 yang resmi berlaku hari ini.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali membuat kejutan. Setelah sejumlah baliho bertebaran, Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai Cawapres 2019.
Jika tak ditandatangani oleh presiden setelah lewat 30 hari, Undang-Undang tersebut tetap sah dan wajib diundangkan.
PKB fokus meningkatkan elektabilitas Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) untuk mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.