AS dan Turki mencapai kesepakatan Kamis untuk gencatan senjata dalam serangan mematikan Turki terhadap pejuang Kurdi di Suriah utara.
Dalam sidang Senat, Komite Hubungan Luar Negeri asal Demokrat, Bob Menendez mengatakan, dipulangkannya militer AS yang merupakan pendukung pejuang Kurdi, menjadi pintu bagi kelompok ISIS di Suriah.
Iran dan Jerman menekankan perlunya solusi politik dari konflik yang mendatangkan malapetaka di dua negara Arab yang dilanda perang.
Serangan itu merupakan tanggapan terhadap perang yang dipimpin Arab Saudi di negara mereka. Namun, Riyadh dan Washington justru menduing Iran di balik serangan itu.
Pihak kapal menolak laporan media dan mengklaim bahwa kapal itu menyebabkan pencemaran lingkungan ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Iran.
Tupperware kembali meluncurkan produk terbaru yang mampu menjadi senjata rahasia para Ibu yang ingin menaklukan beragam tantangan di dapur
Rouhani mengatakan, sangat memalukan bagi AS setelah menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral 2015 yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran.
Iran terbuka untuk pembicaraan regional dan membantu perjalanan para tamu Emirat ke Teheran selama beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan masalah bilateral.
Pada April 2015, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengajukan rencana perdamaian empat poin untuk Yaman ke PBB dalam upaya untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara Arab.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly juga mengatakan bahwa pemerintahnya memutuskan untuk menghentikan ekspor senjata ke Turki di tengah operasi yang sedang berlangsung di Suriah.