Pemerintah Amerika Serikat pada Selasa (21/11) memberlakukan sanksi terhadap 13 perusahaan China dan Korea Utara.
Pemerintah China mengatakan, butuh usaha ekstra untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara melalui dialog setelah Donald Trump memasukkan nama Pyongyang sebagai negara yang mensponsori terorisme.
Pemerintah China menyarankan tiga tahap untuk menyelesaikan krisis Rohingya. Salah satunya dimulai dengan gencatan senjata di Negara Rakhine Myanmar.
China dan Rusia sama-sama menyatakan keberatannya atas pemnyebaran sistem Pertahanan Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) Amerika Serikat di Korea Selatan
Korea Selatan berharap utusan khusus China untuk Korea Utara menyampaikan keprihatinan internasional mengenai program nuklirnya selama kunjungannya.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut jeda Korea Utara dalam uji coba rudal seharusnya tidak memberi kesan negara tersebut sedang menghentikan pembangunan senjata.
Kunjungan itu hanya seminggu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengunjungi Beijing sebagai bagian dari tur Asia yang panjang.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Sabtu (11/11) bahwa ia tidak menyadari sepucuk surat yang dikirim dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kepada Vladimir Putin.
Perlakuan istimewa Trump juga tampak ketika ia menggunakan Twitternya. Untuk diketahui, Beijing sendiri melarang warganya menggunakan media sosial asing, tak terkecuali Twitter.
Sebuah video Arabella yang membacakan sebuah puisi berbahasa China beredar di media sosial China sesaat setelah pemilihan Trump tahun lalu.