Pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Irak mempertemukan Arab Saudi dan Iran, guna menjembatani hubungan dan berinvestasi di Irak.
Presiden AS Donald Trump pada 8 April menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai entitas teroris.
Setidaknya 76 orang tewas setelah curah hujan deras yang telah menyebabkan kerusakan sekitar USD 2,5 miliar sejak 19 Maret.
Hassan Rouhani menegaskan bahwa pasukan bersenjata Iran bukan ancaman terhadap negara-negara kawasan.
Juru bicara kepresidenan dan penasihat senior Ibrahim Kalin mengatakan pada konferensi pers dia tidak bisa memastikan bahwa keringanan akan diberikan. Tapi, dia mengatakan Turki telah membuat kasus kuat yang harus diperhatikan.
Kongres mengkhwatirkan hubungan dekat Trump dengan Arab Saudi yang terlibat dalam kasus pelanggarah Hak Asasi Manusia di tengah upaya mengisolasi Iran, saingan regional.
Persetujuan itu lahir sehari setelah label terorisme yang diberikan AS untuk Garda Revolusi Iran secara resmi berlaku.
Kelompok hak asasi Amnesty International mengutuk keputusan pengadilan, dengan mengatakan "ini sama dengan denaturalisasi massa yang sewenang-wenang".
Kendati demikian, impor bulanan dari Iran masih menjadi yang tertinggi sejak negara itu kembali membeli minyak Iran.
Teheran tidak akan menunggu lama mekanisme perdagangan yang dijanjikan kepada Iran.