Sejumlah negara termasuk Inggris, Italia, Jerman dan Singapura telah bergerak untuk membatasi perjalanan dari Afrika Selatan dan beberapa negara tetangga untuk mencegah penyebaran varian tersebut.
Amerika Serikat (AS) akan membatasi perjalanan dari Afrika Selatan - tempat mutasi baru ditemukan - dan negara-negara tetangga efektif Senin, kata seorang pejabat senior administrasi Biden.
Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor menyebut kebijakan anyar itu tampaknya terburu-buru, karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengeluarkan keputusan apapun.
Pemerintah India mengeluarkan instruksi kepada semua negara bagian, untuk secara ketat menguji dan menyaring pelancong internasional dari Afrika Selatan, dan negara-negara berisiko lainnya, di tengah kekhawatiran atas varian virus corona baru.
Mulai pukul 23.59 pada Sabtu, semua pemegang pass jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe tidak akan diizinkan memasuki Singapura atau transit.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa varian, yang disebut B.1.1.529 memiliki protein lonjakan yang secara dramatis berbeda dengan yang ada pada virus corona asli yang menjadi dasar vaksin COVID-19.
Mereka diperiksa untuk tersangka Wawan Ridwan selaku Kepala Bidang Pedaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara.
Pendahulu Biden, Donald Trump, meninggalkan kesepakatan pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS. Keputusan itu lantas membuat Iran mulai melanggar batas nuklirnya.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima kunjungan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, di kediaman Ketua DPD RI, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/11).
Kelompok Syiah yang didukung Iran terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris dan menimbulkan ancaman nyata dan kredibela bagi Australia.