Militer mengatakan serangan udara itu salah satunya mengenai kantor seorang komandan Hamas di Jalur Gaza utara
AS menilai para pejabat tersebut adalah Teroris Global dan Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya
Pasukan Iran bersiap meluncurkan "drone pembunuh" yang dipersenjatai dengan bahan peledak di Israel utara.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh dan ratusan ribu lainnya terluka sejak protes dimulai 30 Maret 2018 lalu.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan, orang di balik pengadaan pesawat itu adalah pengusaha UEA dan pengusaha Israel, Kochavi.
Teknologi ini merupakan metode untuk memetakan reseptor kritis pada sel kanker, berdasarkan gambar biopsi pasien kanker payudara.
Sejumlah pasukan Israel melepaskan tembakan ke Jalur Gaza, dengan alasan menembaki tersangka pria bersenjata yang mendekati pagar keamanan.
Laporan kemudian di media Israel menagatakan, Israel telah menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang diduga berusaha menyeberang perbatasan dari Gaza ke wilayah-wilayah pendudukan.
Militer Israel hanyalah alat dalam perang 2006 melawan Lebanon, karena kampanye militer sudah diatur Amerika Serikat (AS).