Laporan kemudian di media Israel menagatakan, Israel telah menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang diduga berusaha menyeberang perbatasan dari Gaza ke wilayah-wilayah pendudukan.
Militer Israel hanyalah alat dalam perang 2006 melawan Lebanon, karena kampanye militer sudah diatur Amerika Serikat (AS).
Pertemuan itu diatur perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.
Israel bahkan tidak mampu mengamankan wilayah yang telah didudukinya.
Israel sedang berusaha mendapatkan persetujuan dari Donald Trump untuk aneksasi wilayah pendudukan menjelang 17 September.
Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang akan bertanggung jawab atas konsekuensi perang tersebut.
Polisi menembakkan granat suara ketika protes Palestina di kompleks masjid sangat sensitif, juga disebut Haram Al Sharif.
Tentara Palestina konon dipersenjatai dengan senapan serbu, rudal anti-tank, dan granat tangan, yang salah satunya dilemparkan ke pasukan Israel, menurut keterangan militer di Twitter.
Iran sudah lama bertindak sebagai penjamin keamanan maritim di badan air dan menekankan Republik Islam tidak akan enggan untuk menjaga keamanannya.
Setiap perang baru dapat membuat pemerintah Zionis terancam ancaman skala penuh dan keruntuhan yang tak dapat dibalikkan.