Janji penguatan hubungan antara China dan Korea Utara datang setelah negosiasi untuk demiliterisasi Semenanjung Korea kembali digagalkan Amerika Serikat (AS).
Delegasi Korut tiba di Stockholm pada Kamis lalu untuk melakukan pembicaraan denuklirisasi tingkat kerja dengan Washington.
Sebagian besar ketegangan AS-China difokuskan pada Laut Cina Selatan, salah satu wilayah yang paling diperebutkan di dunia.
Perang dagang telah berkecamuk antara AS dan China yang telah memberlakukan tarif ratusan miliar dolar pada barang-barang satu sama lain, membebani ekonomi global.
Abe bertekad untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, untuk menyelesaikan masalah penculikan warga negara Jepang yang diculik oleh agen-agen Korut.
Washington mengenakan tarif baru yang menyasar lemari kayu dan meja rias asal China.
Juru bicara pemerintah Jepang mengklaim bahwa Korea Utara (Korut) telah meluncurkan rudal pada Rabu (2/10)
Aksi menganggap sistem peradilan di China tidak pernah memihak jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.
Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru pada warga negara dan perusahaan China atas dugaan mengangkut minyak mentah Iran.
Para pejabat AS umumnya kritis terhadap BRI karena masalah yang diketahui terkait korupsi, kesulitan hutang, kerusakan lingkungan, dan kurangnya transparansi Eropa dan Afrika.